Zionis Serang Gaza; Al-Qassam Janji Berikan Balasan Mematikan
Abu Ubaidah, Jubir Batalion Izzudin
Al-Qassam menjelaskan bahwa agresi ke Jalur Gaza yang dilakukan oleh
Zionis penjajah tidak akan melemahkan perlawanan mereka, “Kami sudah
siap membalasnya dengan serangan yang tidak pernah diperkirakan musuh
sebelumnya,” tegasnya.
Abu Ubaidah kemudian mengatakan, bahwa
batalion Al-Qassam sudah siap dengan kondisi seburuk apapun. Ia
menjelaskan bahwa bukan hal mudah bagi Zionis untuk memasuki Jalur Gaza,
karena mereka harus membayar mahal dari setiap serangan yang mereka
lancarkan.
Abu Ubaidah kemudian menambahkan bahwa tentara Zionis
memang memiliki tentara yang dilengkapi berbagai persenjataan. “Namun
perlu diingat, bahwa kami dapat mengelola perang dengan sangat cepat dan
luar biasa untuk mempertahankan tanah air dan menjaga bangsa kami.”
tuturnya.
Beberapa hari kemarin Kepala Staf Militer Israel, Letnan
Jenderal, Benny Gantz mengancam akan kembali melakukan agresi militer
ke Jalur Gaza untuk menghukum Gerakan Perlawanan Islam Hamas atas
keberadaannya yang membahayakan bagi Zionis. (itd/knrp)
Sumber: Dakwatuna.com (26/7/2012)
Pembangunan Pemukiman Israel di Palestina Hambat Upaya Perdamaian
"Pembangunan pemukiman Israel di Kawasan Pendudukan Palestina merupakan hambatan utama terhadap upaya perdamaian di Timur Tengah. Oleh karena itu, Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk membongkar dan menghentikan pembangunan pemukiman di kawasan tersebut, termasuk di Yerusalem Timur," ujar Wakil Tetap RI pada PBB, Duta Besar Desra Percaya dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (26/7/2012).
Desra mengatakan hal itu dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai 'The Situation in the Middle East, Including the Palestinian Question' yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Rabu (25/7) kemarin.
Menurutnya, Israel sama saja telah melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan mengenai moratorium pembangunan pemukiman. Negara itu juga terus melanjutkan pendirian dinding pemisah yang tidak sah.
"Dengan demikian, tidak ada cara lain bagi Israel untuk meyakinkan rakyat Palestina dan masyarakat internasional mengenai keseriusannya untuk mencapai perdamaian dan memperoleh solusi atas konflik Timur Tengah, kecuali menghentikan pembangunan dan membongkar pemukiman-pemukiman yang telah dibangun," bebernya.
�Ia percaya jika permasalah ini tidak kalah penting dari isu perbatasan, keamana hingga jumlah pengusaha. "Namun masalah pemukiman merupakan tantangan kunci dalam proses negosiasi Israel-Palestina," jelasnya.
"Kecuali Israel mengubah kebijakan pemukimannya, menghentikan penggusuran rakyat Palestina serta tidak meneruskan pembangunan pemukiman Israel di Kawasan Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, maka mustahil diperoleh kemajuan dalam negosiasi damai," tegasnya.
Sumber : Detik.com
Diakses Kamis, 26/07/2012 08:43 WIB
Pray Palestina

